Analis Awesometrics: Hari Ambari

Pemapar (Narasumber Awesometrics) di 3_60: Tomi Satryatomo

Jakarta, 20 Januari 2014 – Orang-orang yang mendulang rupiah hanya dengan ibu jari atau akrab disebut “Buzzer” kini sangat populer di jagat media sosial.

Istilah buzzer sendiri memang muncul secara alamiah seiring perkembangan media sosial seperti Twitter dan Facebook. Buzzer adalah orang yang mempromosikan berbagai produk lewat kicauan di social media, dan kecendrungannya, mereka kerap lebih didengar & dipercaya daripada iklan.

Di tahun politik 2014 ini, buzzer adalah salah satu bisnis yang banyak diincar oleh partai politik, dan para pemilik nama, alias para tokoh politik.

Tentu, ada harga buat para buzzer ini untuk bisa mempromosikan dan mengangkat brand, atau membentuk pencitraan positif untuk parpol atau tokoh politik. Tapi, apakah yang dicapai para buzzer tersebut sebanding dengan nilai yang ditetapkannya?

Memilih Buzzer Dari 4 Elemen

Kalangan industri atau parpol serta tokoh politik yang berminat menggunakan jasa buzzer sebaiknya harus mengetahui buzzer yg bagus & efektif, serta efisien.

Bintang film Ringgo Agus Rahman dengan akun Twitternya @ringgoagus selama beberapa tahun ini juga menjalani profesi sebagai buzzer. Menurut Ringgo, harga tertinggi untuk 1 tweetnya dipatok hampir Rp 5 juta, dengan catatan, Ringgo menghindari hard selling.

Lain dengan buzzer @FebryMeuthia, harga per-tweet yg diproduksinya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Sementara, buzzer Henry Manampiring dengan akunnya @newsplatter sering dibayar per-project, dengan range harga mulai Rp 5 juta hingga Rp 15 jutaan.

Data Senin, 20 Januari 2014 pagi, followers @newsplatter telah mencapai 70.094, followers @ringgoagus 1.777.559, dan followers @FebryMeuthia adalah 171.720.

Tapi bagi Awesometrics, bisnis buzzer di Twitter tidak dilihat dari jumlah followers semata. Ini seperti diungkapkan analis bisnis Awesometrics, Hari Ambari, beberapa waktu lalu. “Followers saja belum menjamin keberhasilan engagement oleh buzzer. Ada hal lain yang harus dianalisa & diukur,” kata Hari.

Selanjutnya, Hari menyampaikan bahwa Awesometrics mampu mengukur efektifitas buzzer dengan menggunakan 4 elemen penting. Elemen pertama adalah potential reach atau daya jangkau yang lebih luas dari jumlah followers si akun buzzer tersebut.

Elemen kedua adalah reputasi melalui sentimen yang diberikan  akun Twitter lain terhadap akun buzzer, atau seberapa positif isi tweet akun tersebut menurut pengguna Twitter lain.

Ketiga adalah topik-topik yang sering ditampilkan di akun buzzer. Apa saja isi pembahasan dari buzzer, dan peta topik percakapan di akun tersebut. Peta politik ini perlu diketahui industri utk menentukan relevansi industri dengan akun buzzer yang dipilihnya.

Keempat adalah engagement. Awesometrics mengukur keaktifan interaksi  buzzer dengan akun-akun lain, dan yang juga penting, berapa respon ke per-status buzzer yang ditulis di media sosial.

Awesometrics bisa menangkap, menganalisa dan mengukur semua elemen tersebut, dan jadi rapor sang buzzer. Selanjutnya, rapor buzzer dari Awesometrics inilah yang akan menentukan harga sebuah akun Twitter, yang akan ditawarkan kepada pemilik produk, atau parpol, atau tokoh politik.

Pada 16 Januari 2014 malam lalu, Awesometrics mempresentasikan 4 elemen pengukuran ini di Program 3_60 MetroTV. Pemaparan rapor buzzer ini ditayangkan ulang (re-run) di 3_60 MetroTV, Kamis 12 Juni 2014, malam, di menit ke 40 pada rekaman berikut: http://www.useetv.com/tvod/metrotv/1402581900/1402585200

Catatan: artikel ini diupdate, dari tanggal 23 Januari 2014 ke 14 Juni 2014, spesial jelang Pilpres.

Editorial: Yustina Tantri

 

Anda bisa menjadi sahabat Awesometrics dengan cara:

1. Memberi komentar untuk artikel-artikel di blog http://www.awesometrics.com/category/blog/

2. Follow akun Twitter @Awesometrics

3. Menyebarkan dan memberi “Likes” Facebook Awesometrics: https://www.facebook.com/Awesometrics

4. Follow LinkedIn Awesometrics

5. Untuk mengenal Awesometrics lebih jauh, cek link: http://youtu.be/OKKnTV6-_1w

Terima kasih :)

Tagged with →  
Share →

4 Responses to Buzzer Makin Diminati, Tapi Jangan Salah Pilih

  1. intan says:

    bagaimana caranya agar jadi buzzer tanpa jadi artis dulu?

    • tantri says:

      Mungkin, harus aktif buat status yang menarik dan lebih bagus lagi, informasinya bermanfaat buat masyarakat kebanyakan.

  2. Wikicek says:

    kayak menarik juga peluang bisnisnya gan… baru dengar

    • tantri says:

      Iya kakak. Bisnis buzzer ini sedang booming. Tak hanya untuk dunia politik lho, tapi juga untuk brand industri :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


3 × = twenty seven

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>